Tuesday, August 14, 2018

Solar Pumping MPPT 10A (MPPT untuk pompa air tenaga surya)

       MPPT merupakan komponen vital untuk Sistem Tenaga Surya. Baik itu untuk solar charger, solar pumping, ataupun inverter on grid. Tegangan dari Solar panel cenderung lebih tinggi atau lebih rendah dari system atau perencanaan system elektrikal. Untuk itu perlu komponen untuk menaikkan atau menurunkan tegangan system DC. Untuk itu dibuatlah MPPT ( Maksimum Power Point Tracker).
       Kali ini saya akan membuat MPPT untuk Solar Pumping System (Pompa Air Tenaga Surya). Tegangan yang ingin dikonversi yaitu dari 78VDC ke 68VDC-10A. Angka itu diperoleh dari tegangan Solar Modul 250WP dirangkai seri 3. Vmp pada radiasi 100w/m square. Jika tegangan dari solar panel langsung di connect ke Inverter, maka mosfet inverter akan panas, karena gulungan trafo terlalu sedikit. Untuk itu perlu diturunkan ke tegangan yang tepat oleh MPPT atau DC/DC Converter.
Topology yang dipakai yaitu Syncronous Buck. Schemanya ada dibawah ini :
Saya menggunakan Atmega 328P sebagai PWM generator, coding memakai Arduino Uno. Frekuensi PWM 31Khz. IC Driver mosfet memakai IR2110. Topologi diatas memakai Mosfet ST45N60. Jika Capacitor output terlalu besar maka mosfet akan menjadi panas. Untuk itu perhitungan capacitor/Elco terutama pada outputnya harus pas. Untuk membalik/ Invert PWM dipakai Transistor 2N3904. Sedangkan Power Suply External memakai SMPS 12V 3A.
Tampak Isometrinya ada dibawah ini :
Jika Anda tertarik Silahkan email ke bambangnur23@gmail.com. Atau SMS ke 08984885683.
Harga MPPT diatas sekitar 370rb di Tokopedia.

Monday, July 30, 2018

Perhitungan trafo untuk Inverter sinus ( transformer for Pure Sine Wave Inverter)


        Hari minggu tanggal 29/07/2018, saya melakukan pengetesan inverter Sine wave rakitan sendiri (DIY), yang menggunakan driver EG8010. Transformer yang digunakan adalah type Toroidal. Tegangan primary 0-15-30-45V -10A, secondary 0-220V -2A. System yang ditest adalah system 48V dan 60V dengan load/ beban ringan. Pada saat Inverter standby, jika gulungan terlalu pendek maka mosfet akan cepat panas/ bahkan sangat panas, tetapi outputnya bisa cukup tinggi.

        Dengan Lilitan primer 10A tegangan 30V, dengan sekunder 220V, battery system 48V, dengan tegangan terukur 50V dengan avometer. Dari percobaan yang ini, tegangan outputnya 238V atau sekitar 240V pada kondisi battery 50V, atau tegangan percell battery sekitar 12,5V. Setelah saya coba, mosfet sekitar 2 Menit menjadi sangat panas. Kipas tidak berfungsi dan sensor panas tidak mampu membaca suhu mosfet. Karena letak NTC terlalu jauh dari mosfet. Saran dari teman saya menaikkan tegagan primari ke 45V. Alasan dari panasnya mosfet karena gulungan trafo terlalu pendek/sedikit. Setelah saya coba di 45V, mosfet menjadi tidak terlalu panas, akan tetapi outputnya hanya sekitar 170V, karena lilitan terlalu panjang/banyak.

        Selanjutnya pengetesan dilanjutkan dengan system battery 60V, dengan menambah 1 lagi battery. Tegangan terukur dengan avometer sekitar 62V. Gulungan trafo tetap di 45V primari. Hasil outputnya kali ini sekitar 212V. Atau hampir mendekati 220V. Kami mencoba dengan load motor pompa air sebentar. Tegangan menjadi drop sekitar 195Volt. Itu karena gulungan terlalu banyak, Berarti berdasarkan praktek diatas untuk system 60V tegangan ideal primari trafo sekitar 40V.
Setelah saya tambahkan EMI filter, arus yang ke inverter 0,9 Ampere (sekitar 50Watt), kondisi tanpa beban. Sedangkan Tanpa EMI filter arus dari battery ke inverter sekitar 0.2 Ampere (sekitar 12Watt).

    Rumus menentukan tegangan trafo berdasarkan praktek diatas khusus untuk Inverter Sine wave low frquency adalah sebagai berikut :
1. Parameter saat battery low system 12V = 11V.
Voltase primari trafo = 0.66 x 11;  = 7,26V.
2. Parameter saat battery full/High system 12V = 13,35V.
Voltase primari trafo = 0.66 x 13,35;  = 8,81V.
Jadi bisa diambil angka tengahnya yaitu :
(VPlow + VPHigh)/2. ; = (7,26+8,81)/2 = 8,03Volt; untuk system 12V.
    Untuk system 24,36,48,60,72 84 dan 96VDC, tinggal mengalikan kelipatannya.

Berikut Listnya berdasarkan praktek dengan metode menggunakan konstanta nilai tegangan tengah :
1. System 12 V primari = 0 & 8V, secondary 0 - 110 - 220V.
2. System 24 V primari = 0 & 16V, secondary 0 - 110 - 220V.
3. System 36 V primari = 0 & 24V, secondary 0 - 110 - 220V.
4. System 48 V primari = 0 & 32V, secondary 0 - 110 - 220V.
5. System 60 V primari = 0 & 40V, secondary 0 - 110 - 220V
6. System 72 V primari = 0 & 48V, secondary 0 - 110 - 220V.
7. System 84 V primari = 0 & 56V, secondary 0 - 110 - 220V
8. System 96 V primari = 0 & 64V, secondary 0 - 110 - 220V.

   Perhitungan diatas untuk topology full bridge low frequency transformer sesuai dengan datasheet dari driver EG8010 inverter.
Untuk ampere primari mengikuti daya yang ada dengan efisiensi maksimum 95%.
Schematic Inverter yang 450VA ada dibawah ini :
Untuk Tampak Isometrinya ada dibawah ini :
Jika anda berminat bisa email ke bambangnur23@gmail.com atau SMS ke 08984885683.
Harga sekitar 460rb di tokopedia (tanpa trafo).

Wednesday, July 18, 2018

Mosfet Reverse Polarity Protection

Reverse polarity protection atau perlindungan terhadap terbaliknya dari pemasangan kabel (biasanya positif dan negatif) terdapat pada banyak device. Salah satunya fitur ini terdapat di solar charger system PLTS/ Solar Home system off grid. Proteksi dilakukan dengan menambahkan dioda atau mosfet disalah satu kutubnya. Perlindungan bisa dipasang disisi positf, negatif ataupun keduanya. Namun yang lazim hanya dipasang pada positif atau negatif saja.
Yang paling efisien yaitu memasang mosfet N chanel pada sisi negatifnya. Mosfet dipilih dengan Rds on/resistansi terendah sesuai dengan tegangan kerjanya. Dibanding dengan metode yang misalnya dengan dioda, metode ini memiliki effisiensi energy yang lebih baik dan panas yang ditimbulkan juga lebih rendah. Cara lain yaitu dengan memasang P mosfet disisi positifnya. Namun efisiensi sedikit lebih rendah dibanding dengan menggunakan N mosfet.
Saya gunakan proteksi ini untuk perlindungan inverter dari kesalahan pemasangan input dari solar panel untuk System Solar Pumping Hibrid. Berkut adalah schematicnya.

Sesuai Schematic diatas proteksi ada disisi negatif. Bila terbalik maka tidak ada arus yang mengalir ke mosfet karena gate N mosfet akan mengaktifkan mosfet apabila diberi tegangan positif. Bila gate mosfet diberi negatif maka mosfet akan mati atau tidak aktif. resistor dipilih sesuai dengan prinsip pembagi tegangan atau voltage devider. Rangkaian diatas mampu sampai tegangan 65-160VDC. dimana tegangan gate mosfet sesuai simulasi berkisar antara 7-17volt. Maka mosfet akan aman. Gate mosfet rata2 bekerja antara 5-20Volt. Untuk menghindari tegangan input awal/kejut dengan tegangan tinggi ditambahkan dioda zener 15Volt. Jadi tegangan gate terhadap ground/negatif diclamp maksimal di 15volt agar tidak merusak mosfet. Rangkaian diatas menggunakan 4 mosfet IRFP460, yaitu mosfet dengan rating 15Ampere 600volt, Jadi total bisa diaplikasikan mampu menghandel 60Ampere. Jika berminat bisa menghubungi bambangnur23@gmail.com. atau 08984885683 melalui SMS saja. Harga per set dengan 4 Mosfet sekitar 200ribu rupiah.

Monday, June 4, 2018

Low voltage disconnect Arduino Programable 10V-80VDC

Kali ini saya akan posting salah satu project yang pernah saya buat yaitu low voltage disconnect yang bisa diprogram di tegangan tertentu. Sedangkan spesifikasi range atau rentang tegangan yang bisa di set yaitu antara 10VDC sampai 80VDC. Hal tersebut sesuai dengan spesifikasi dari buck converter yang saya gunakan yaitu XL7015. Rentang tersebut berarti mencakup banyak system tegangan battery. Yaitu diantaranya battery 12v,24v,36v,48v dan 60V system. Tegangan battery system 60v angka tertingginya yaitu saat per modul single battery mencapai 15Volt. Atau 15x5volt = 75volt. Sedangkan rentang terendah yaitu tegangan battery low system 12V yaitu mengikuti jenis battery/typenya. Untuk lead Acid biasanya 10,5Volt sampai 11,2Volt, tergantung dari rekomendasi pembuat battery.
Langsung saja schematicnya sebagai barikut :
Sedangkan Layoutnya PCB sebagai berikut :

Tampak isometrinya sebagai Berikut :

Kegunaan dari rangkaian diatas adalah untuk proteksi battery dari penggunaan yang berlebihan atau over discharge. Saat tegangan referensi tercapai maka mikrokontroller akan mentriger relay. Relay yang saya gunakan 15Ampere. Salah satu yang memesan alat ini digunakan untuk mengatur koneksi PLN dengan Inverter Hibridnya PLTS. Cara kerjanya sebagai berikut. Saat Tegangan referensi tercapai, dalam hal ini 48Volt maka relay akan on, sedangkan dengan tegangan dibawah 48Volt maka relay mati. Akan kembali terkoneksi saat tegangan di 52Volt. Relay yang saya pakai ada dua koneksi output  Yaitu NC (Normally Close) dan NO (Normally Open). Port yang digunakan untuk mengatur koneksi Inverter Hibrid PLTS(Pembangkit Listrik Tenaga Surya) yaitu Port NC. Saat Tegangan Battery dibawah 48Volt maka PLN Tersambung, Relay Kondisi mati. Saat  diatas 48V maka relay mati dan pengisian inverter hibrid dari PLN akan Terputus dengan Hanya menggunakan Solar Panel/Tenaga surya yang tersimpan saja. 
Spesifikasi dan feature dari alat ini adalah sebagai berikut :
1. Low Voltage disconnect programable 10V-80VDC.
2.Reverse Polarity protection.
3.Optocoupler signal isolation for drive mosfet.
4.Standby 200mWatt, Dual Relay Active Around 1Watt.
5.Chip Mikrokontroler Atmega 328P, Programable Arduino.
6.Aux Power Suply XL7015.
7.Max Current can handling 15A@10VDC, 15A@28VDC & 5A@220VDC.
Jika tertarik dengan alat ini bisa order di tokopedia. Kisaran harga 650Rb rupiah. Atau Call : bambangnur23@gmail.com. sms : 08984885683.






Friday, May 11, 2018

Simple Pure Sine Wave Inverter 600Watt.

Kali ini saya akan memposting schematic Inverter pure sine wave dengan menggunakan Driver EG8010. Driver ini cukup populer dikalangan DIY Elektronik. Varian topology dasar dibagi menjadi 2. Yaitu High Frequenci dan low frequensi.Untuk harga yang high frequensy lebih murah, karena trafo menggunakan ferrit dengan frequensi swicthing yang cukup tinggi. Sedangkan yang low frequensi harga lebih mahal, karena menggunakan trafo inti besi baik Toroid maupun inti besi Kern E. Berikut Schematic yang telah saya buat :

Frequensi PWM terukur 23Khz. Sedangkan frequensi AC sekitar 40Hz. Mosfet menggunakan 2Pcs IRFP460 dan IXYS 21N50. Kedua mosfet memiliki power disipasi sekitar 300Watt. Jadi dengan empat mosfet didapat maksimum peak powernya 1200Watt. Namun anjuran untuk penggunaan yang terus menerus/Continuous, sebaiknya dibawah 650 watt. Kemampuan 1200Watt sebaiknya hanya digunakan saat ada beban induktif dan capacitif saja. Seperti pompa, kulkas mesin cuci dan peralatan yang menggunakan motor AC. Bila anda tertarik anda bisa mendapatkannya via Tokopedia dengan harga sekitar 440rb tanpa trafo. Atau call bambangnur23@gmail.com

Monday, May 7, 2018

High Voltage disconnect use TL431 & IRFZ44

Fitur High voltgage disconnect biasanya ada pada charger battery. Kali ini saya akan membuat fitur high voltage disconnect dengan biaya yang murah. Kemampuan kira2 3ampere. Jika ingin ampere lebih besar bisa digunakan rating mosfet yang lebih besar ataupun relay. Bisa juga dengan memparalel mosfet. Langsung saja schematicnya sebagai berikut : 
Cara kerjanya sebagai berikut : Mosfet akan disetting normally turn on, dengan suply dari positip melalui R1. Tegangan gate diclamp oleh zener D2 15 volt, untuk menghindari gate over voltage. Saat tegangan naik melewati tegangan treshold, TL431 akan aktif/on, jadi tegangan gate akan turun dan mosfet juga mati. Perhitungan TL 431 sbb :
Vlimit = 2.5 x ((1+(R2+R4)/R6)
          = 2.5 x ((1+(5k6+100k)/22k)
         = 14,5Volt.
Saat tegangangan battery dibawah 14,5 maka mosfet akan on, sebaliknya saat tegangan battery lebih tinggi dari 14,5 maka mosfet akan off. Jadi tegangan battery dijaga maksimal 14,5Volt saja. Itu adalah prinsip dasar proteksi High Voltage Disconnect (HVD). HVD battery lithium LiFePo4 system 4Series biasanya antara 14,4V sampai 14,6V. Jadi disetting 14,5 sudah aman. Thanks. Semoga membantu.

Thursday, May 3, 2018

Low Voltage Disconnect- Use TL431 & P-Mosfet

Skema ini masih berupa prototype, dan pengembangan dari balancer dengan TL 431, prinsip kerjanya sederhana, saat tegangan treshold yang telah dihitung ter capai, maka TL 431 akan on, dengan referensi 2.5Volt dari Resistor pembagi tegangan yang telah di set. Dalam hal ini diset tegangan 10.8Volt. Rangkaian ini berguna untuk proteksi aki dari over discharging. harga rangkaian ini sekitar 2 USD atau sekitar 28rb. Skematiknya adalah sebagai berikut :
Jika merangkai sendiri kurang lebih habis 20rb-an. Daya dari mosfet sekitar 100Watt. Dengan Ampere maksimal 15A. Setelah dilakukan pengetesan, dengan load 3A, mosfet mulai agak panas, suhu sekitar 50 derajat. Rangkaian ini sebaiknya untuk mentriger relay saja supaya tidak panas mosfetnya. Atau bisa juga dengan memparalel mosfet dengan tujuan memperoleh ampere yang lebih besar. Untuk load 3,2A mosfet masih agak panas, (tanpa heatsink). Jika diberi heatsink maka akan lebih dingin.

Monday, April 30, 2018

Balancer single cell use TL431 for Li-Fe-PO4-3.62V-100mA.

Saya menemukan rangkaian ini dengan iseng2 online lalu saya praktekkan. Yang dirangkaian online menggunakan balancer dioda yang dirangkai seri lalu saya sempurnakan dengan pembatas arus resistor. Nilai tegangan starting balancing yang sesuai simulasi yaitu 3.65Volt. Namun setelah dicoba dengan battery lithium 30A dan chargernya didapat nilai 3.62Volt. Hal itu karena simulasi menggunakan angka 2.5volt untuk referensi TL431, sedangkan aktualnya sesuai parktik yaitu 2,49Volt. Memiliki ketelitian 0,8% dari simulasi. Sesuai datasheet TL431A memiliki akurasi 1% (yang saya pakai). Berikut Schematic & simulasinya.

Resistor yang saya pakai adalah 10k dan 22k. Cara kerja dari balancer tersebut adalah jika tegangan yang diinginkan sudah tercapai, artinya dititik referensi TL431 sudah mencapai 2,5volt, maka TL431 akan aktif/tercapai tegangan tembusnya. Nilai tegangan dititik basis transistor akan turun dibawah tegangan input. Sesuai sifatnya transistor PNP akan akktif jika tegangan basis dibawah -2volt. Jadi arus mengalir menyalakan indikator LED dan R33 Ohm. Arus yang melewati resistor 33Ohm dibatasi hanya 100mA. Meskipun transistor memiliki daya 8Watt, sengaja untuk percobaan nilai resistor saya samakan dengan Balancer BMS yang sudah dijual dipasaran. Kelebihan dari rangkaian balancer ini adalah dapat diseri banyak sesuai dengan jumlah seri battery. Jika ingin arus balancing yang lebih besar, maka dapat digunakan mosfet dengan pembatas arus menggunakan sinyal PWM. Perhitungan dari tegangan tembus diatas adalah sebagai berikut :
1. Vlimit = 2,49 x (1+R2/R45)
= 2,49 x (1 + 10/22)
=3,62Volt.
Selanjutnya saya ingin mencoba rangkaian ini dengan dibuat Seri 4, atau 4S LiFePo4. Kalau sudah berhasil akan saya posting lagi.

Monday, April 16, 2018

LLC 5v to 12 v Transistor (Logic level converter 5v to 12v Transistor) & Charge pump 12v to 24v.

   Logic level converter 5v to 12v, sangat berguna untuk mengkonversi sinyal dari mikrokontroler untuk mendrive mosfet/IGBT. Terutama untuk input IC IR2111, IR 2112, IR2117-8 dll yang membutuhkan sinyal antara 10v-20v. Kebanyakan mirkokontroler bekerja pada 3.3v atau 5v. maka diperlukan rangkaian ini sebagai input IC mosfet driver tersebut. Saya sudah coba untuk Drive mosfet IRFZ44 dengan driver IC IR 2117 pada configurasi high side switch. Gambar sebagai berikut LLC tersebut :

Sinyal input dari arduino uno dirubah ke 12v dengan rangkaian tersebut. Untuk yang butuh duty cycle 100% dengan delay yang sangat lama, butuh rangkaian charge pump. Schematicnya ada dibawah ini. Saya gunakan untuk mencharge IR2117 dan IR2110 untuk delay 6 detik dan dapat bekerja dengan baik.




Thursday, March 22, 2018

Penambahan library part 3D proteus dari solidwork (adding new 3d part from solidwork to proteus)

Penambahan part 3d bisa dari solidwork save as .step av203. Lalu conected dengan 3d model di pcb package di proteus. Berikut contoh hasilnya, saya menambahkan induktor dan terminal block.
Hasil penambahan terminal block, induktor dan skun pcb dari solidwork.
 Resistor 40 juga saya tambahkan.

Friday, March 9, 2018

Cara Block Lay out PCB Grounding di Proteus (Power Plane Generator)

Melay out PCB di proteus lebih simple dengan kombinasi komponen librari yang cukup banyak. Namun membuat jalur ground supaya mengelilingi PCB saat lay out sudah final akan sedikit sulit. Bisa dilakukan satu per satu menebalkan Jalur PCB namun waktu yang dibutuhkan akan sangat lama.
  Cara yang cepat untuk membuat Jalur ground mengelingi PCB dengan tebal bisa diperoleh dengan menggunakan tool Power Plane Generator.
Langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Click Selection Mode.

2.Block Seluruh Rangkaian dengan mouse.
3.Tool Power Plane Generator, click.
4.Lalu muncul tampilan seperti dibawah ini,

5.Pada net pilih gnd atau ground.
6.Lalu klik ok.
Tampilan sudah di block jalur ground seperti dibawah ini

7.Click block bisa dipilih option hacth atau solid atau yang lain. Selamat mencoba.

Tuesday, February 6, 2018

Mosfet Outback MPPT 60A/150v & 80A/150v

Saya mendapatkan informasi mengenai mosfet yang dipakai oleh solar charge controler MPPT type outback 60A/150V dan 80A/150v dari browsing jiplakan dari outback. Yaitu merek fangpusun. mulai dari hardware, software hingga casing keduanya sangat mirip. Langsung saja, type mosfet yang dipakai milik fairchild. Nomor Serinya adalah FDP2532. Mosfet ini memiliki tegangan maksimum yaitu 150V. Sama dengan Voc maksimum MPPT yang diijinkan. Sedangkan maksimal arusnya 33A. Jumlah mosfet yang ada di charge controler ada 13 Pcs. Rating Power disipation maksimal 310 Watt. Rds on 16 miliOhm. Meskipun Tegangan diatas 100V, tetapi Rds on tetap tergolong rendah.

Wednesday, December 20, 2017

Propose Solar Nano off Grid minimalizing error user, designer and installer.

Design Solar system off grid tidaklah gampang. Banyak kesalahan yang muncul dari penentuan kapasitas solar modul, penentuan kapasitas battery, pemilihan kabel, MCB, system proteksi dan lain lain. Setelah system bekerja yang paling sering dijumpai adalah kesalahan pengguna yang menganggap energy dari solar panel seperti dari grid atau listrik negara dari pembangkit, sehingga pemakaian sering over kapasitas. Untuk itu ini hanya sekedar ide saja, saya mengajukan proposal memasang charger, battery dan inverter di solar panel. Sehingga meminimalisir kesalahan instal.
          Untuk mengakali pemakaian listrik yang berlebihan dibuatlah system dengan otonomi day 1 hari saja. Artinya solar panel 100WP dengan intensitas radiasi di indonesia dianggap 3 jam full, maka energy yang diperoleh adalah 300Wh per hari. Charger yang dipilih ratingnya 6A, sesuai dengan short circuit 100WP yaitu 5,5A dengan metode buck charger. untuk kapasitas battery dengan system 24 volt/ boost charger kapasitas battery lithium dengan 300Wh, dapat dihitung sebagai berikut. 300wh dibagi 24v = 12,5Ah atau system 12 volt dengan 25 Ah. Inverter pure sine wave yang dipakai yaitu 12,5 watt. Perhitungan sebagai berikut : 300Wh dibagi 24 jam = 12,5watt. Jadi user atau pengguna tidak ragu lagi menggunakan solar panel dan tidak terjadi kesalahan hitung atau kesalahan instal dan kesalahan pemakaian. Misalnya pengguna ingin 100watt tinggal memasang 8 buah panel dengan 1 system master dan 7slave. Energy misalkan terjadi hujan maka akan terisi hanya 10-20% saja, atau sekitar 30-60wh. Masih cukup untuk menyalakan 1 lampu LED 3 watt selama 10jam. Jadi listrik tidak mati total. Misalnya pengguna ingin 50watt berarti tinggal menginstal 4buah, dengan 1 master dan 3slave. System yang modular dan scalable lebih baik dalam penggunaan karena akan lebih efisien misalnya dalam efek bayangan atau shadowing. Jika ada bayangan yang mengenai solar modul maka hanya solar modul yang terkena bayangan saja yang energynya turun. Berbeda halnya jika system solar modul dirangkai secara series, maka satu rangkaian series arusnya akan ikut turun. Kehandalan system akan teruji dibandingkan dengan pemilihan part multi brand yang sering terjadi error. Berikut Blok diagram dari proposal yang saya usulkan.

Tuesday, December 19, 2017

Mosfet phocos CX 20

Saya pernah membuka solar charger phocos CX 20 yaitu solar charger PWM dengan sytem 12/24V 20Amper. Mosfet yang dipakai yaitu IRF 1404. Yaitu mosfet 40Volt dengan power didipasi 333Watt dengan Rds on 4mili ohm. Pemilihan part yang baik untuk solar charger meskipun bukan MPPT. Jumlah mosfet yang dipakai ada 3 Pcs. 2 Pcs untuk PWM charging dan 1 Pcs untuk kontrol beban. Ini sangat membantu bagi yang ingin mendesain solar charger.

Mosfet H Bridge Sunny Island

Hari ini saya membuka inverter SMA Suny Island 6kva. Saya hanya mengamati H Bridge mosfetnya saja. Saya baca mosfetnya type F2907Z. Mosfetnya sejumlah 32 Pcs. Berarti tiap kutub bridge nya memiliki 8 Mosfet. Setelah saya baca datasheetnya Rds on 4.5 Miliohm. Tegangan maksimal 75volt. Power disipasi 330Watt. System battery inverter ini maksimal 48 volt. Jadi saat battery kondisi full tegangan mencapai 60volt. Saya cukup terkejut melihat rancangan elektronik sekitar tahun 2003 tetapi dengan efisiensi hampir mendekati teknologi mosfet yang terbaru yaitu mosfet Galium (Gan), yang Rds on berada sekitar 1-2 Miliohm untuk type mosfet yang hampir sama. Sepertinya teknologi inverter SMA yang type off grid tampaknya tidak perlu diupgrde lagi mosfetnya karena efisiensi sudah baik dan pemilihan part sudah sangat tepat. Teknologi yang dipakai yaitu low frequency transformer. Ini mungkin sedikit membantu yang sedang membuat Inverter. Perhitungan dayanya yaitu 330 x 32 = 10500 Watt. Kemampuan peak powernya mampu mencapai angka yang jauh diatas angka tertulis yaitu 6000va. 

Friday, December 15, 2017

Solar Charge Controllers High Capacity

Solar Charge Controllers High Capacity

High End Solar Charge Control Systems 100-300 Amps
MPPT charge controllers are amperage limited and voltage tolerant.  Higher the voltage of the array and higher the battery bank voltage will allow more controller capacity.  The capacity of an 80 amp MPPT charge controller in a typical maximum 150 volt system works like this.
  • A 12 volt battery bank is limited to about 1,500 watts of solar panels
  • A 24 volt battery bank is limited to about 3,000 watts of solar panels
  • A 48 volt battery bank is limited to about 4,500 watts of solar panels
If you have a large system that needs more energy, 80 amp charge controllers can be "stacked" or combined to provide more charge amperage.  Each controller needs its own array based on the above limits.  As many as 10 controllers can be used to charge the same large battery bank.
This is more cost effective and has the benefit of redundancy compared to the few very large charge controllers that can handle up to 300 amps from a single array.  300 amps using multiple 80 amp controllers will cost less than $3,000.  The largest charge controller we know about costs over $5,000.  If the $5,000 controller goes down you are out of business.  If one of the 80 amp controllers goes down, you still have 75% of your charge capability.
The best way to handle larger solar arrays being used to charge a big battery bank is to refine your array wiring to maximize the array voltage and minimize the array amps.
For example, 18 each 250 watt 60 cell modules wired three modules in series and 6 strings parallel will result in an array maximum power voltage of about 91 volts and about 36 amps.  I have seen my own arrays generate as many as 112 volts, usually on partly cloudy days where the "edge of cloud effect" increases the intensity of sunlight.  Solar panels increase in efficiency the colder they get.  If you are in an always warm climate you may be able to wire 4 panels in series, saving wire and circuit breakers or fuses.
This scenario above will work for charging a 48 volt battery bank using a Midnite Solar Classic 150 MPPT or anOutback Flexmax 80 amp controller.
Morningstar has recently introduced a 600 volt 60 amp Tristar MPPT charge controller which will allow 12 to 15 each 250 watt 60 cell modules to be wired in series in one string, saving array wiring expense and combiner and circuit breaker or array fuse expense.

Monday, November 27, 2017

Solar-powered pump

solar-powered pump is a pump running on electricity generated by photovoltaic panels or the radiated thermal energy available from collected sunlight as opposed to grid electricity or diesel run water pumps.[1] The operation of solar powered pumps is more economical mainly due to the lower operation and maintenance costs and has less environmental impact than pumps powered by an internal combustion engine (ICE). Solar pumps are useful where grid electricity is unavailable and alternative sources (in particular wind) do not provide sufficient energy.
A photovoltaic solar powered pump system has three parts:
The solar panels make up most (up to 80%) of the systems cost.[citation needed] The size of the PV-system is directly dependent on the size of the pump, the amount of water that is required (m³/d) and the solar irradiance available.
The purpose of the controller is twofold. Firstly, it matches the output power that the pump receives with the input power available from the solar panels. Secondly, a controller usually provides a low voltage protection, whereby the system is switched off, if the voltage is too low or too high for the operating voltage range of the pump. This increases the lifetime of the pump thus reducing the need for maintenance.
Voltage of the solar pump motors can be AC (alternating current) or DC (direct current). Direct current motors are used for small to medium applications up to about 3 kW rating, and are suitable for applications such as garden fountains, landscaping, drinking water for livestock, or small irrigation projects. Since DC systems tend to have overall higher efficiency levels than AC pumps of a similar size, the costs are reduced as smaller solar panels can be used.
Finally, if an alternating current solar pump is used, an inverter is necessary that changes the direct current from the solar panels into alternating current for the pump. The supported power range of inverters extends from 0.15 to 55 kW and can be used for larger irrigation systems. However, the panel and inverters must be sized accordingly to accommodate the inrush characteristic of an AC motor.
Solar powered water pumps can deliver drinking water as well as water for livestock or irrigation purposes.[1] Solar water pumps may be especially useful in small scale or community based irrigation, as large scale irrigation requires large volumes of water that in turn require a large solar PV array.[2] As the water may only be required during some parts of the year, a large PV array would provide excess energy that is not necessarily required, thus making the system inefficient.
Solar PV water pumping systems are used for irrigation and drinking water in India. The majority of the pumps are fitted with a 2000 watt - 3,700 watt motor that receives energy from a 4,800 Wp PV array. The 5hp systems can deliver about 124,000 liters of water/day from a total of 50 meters setoff head and 70 meters dynamic head. By 30 August 2016, a total of 1,20,000 solar PV water pumping systems have been installed in INDIA. [3] in this system it produces 19M.H.W and 26 ton carbon dioxide

Solar Carport (Parkiran Mobil Tenaga Surya)

            Pemanfaatan listrik tenaga surya salah satunya bisa dengan memanfaatkan lahan parkiran mobil/motor. Solar modul berfungsi sebagai atap sekaligus penghasil listrik. Hal itu akan membuat parkiran lebih bermanfaat dan mampu menghasilkan energy dengan tidak mengurangi fungsi dasarnya sebagai tempat parkir mobil. Hanya saja harga yang ditawarkan tentu lebih tinggi dibandingkan dengan Carport yang biasanya. Hal itu sepadan dengan manfaat yang diperoleh. Listrik yang dihasilkan bisa untuk charging mobil listrik ataupun untuk System On Grid/Off grid Solar Power Plan. Dibawah ini adalah contoh desain dari Carport yang belum sempat diproduksi oleh saya.



Manfaat jahe ( Benefits of Ginger)

Jahe merupakan tanaman dengan rasa agak pedas, rimpang jahe biasanya dipanen dan digunakan. Rimpang merupakan batang tempat akar muncul. Jahe memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti membantu merangsang fungsi pankreas dan sistem pencernaan.
Tanaman ini juga berguna untuk mengobati penyakit pernapasan, seperti batuk atau flu, dan sebagai obat penenang untuk mengurangi rasa sakit tubuh. Kandungan Vitamin C dan B6 yang sangat baik, bersama dengan mineral seperti potassium, membuat jahe menjadi obat alami yang baik untuk berbagai penyakit. Jahe bahkan memiliki sifat antioksidan.
Air jahe bisa disajikan dengan campuran bahan dapur lainnya, namun kayu manis dan jus lemon bahan yang paling sering ditambahkan dalam minuman ini. Ada beberapa manfaat kesehatan dalam minuman jahe, seperti yang dilansir dari laman Step To Health, (Senin, 24/7/17).
1. Mempercepat metabolisme
Jahe dikenal dengan sifat termogeniknya. Itulah mengapa jahe sangat bagus untuk mempercepat metabolisme Anda dan mengurangi lemak pada orang-orang yang gemuk atau kelebihan berat badan.
2. Memperbaiki pencernaan
Akar ini mengandung konsentrasi serat tinggi, sehingga meningkatkan fungsi usus Anda.
Ini juga membantu tubuh menyerap lebih banyak nutrisi sambil membantu menghilangkan semua racun yang dapat menyebabkan pembengkakan dan ketidaknyamanan pada perut.
3. Antioksidan yang baik
Jahe merupakan sumber vitamin dan mineral yang banyak. Sifat antioksidannya bermanfaat bagi kesehatan jantung dan membantu melawan pengerasan serta penyempitan arteri, sehingga membantu aliran darah.
Untuk kecantikan, jahe bisa digunakan untuk menghilangkan ketombe, melembapkan tubuh, dan mencegah rambut kering, mencegah kerontokan rambut dan mendorong pertumbuhan.
4. Menjaga kadar kolesterol
Air jahe bisa membantu tubuh Anda mengatur kadar kolesterol jahat (LDL). Peningkatan kadar kolesterol dalam aliran darah dapat menyumbat arteri dan menyebabkan masalah kardiovaskular.
5. Membantu mengurangi rasa sakit
Air jahe dapat membantu mengurangi rasa sakit dari daerah tertentu di tubuh. Hal ini membuatnya sangat cocok jika Anda mengalami nyeri sendi, nyeri otot, linu, dan radang sendi.

Gejala skizofrenia

Gejala skizofrenia dibagi menjadi dua kategori, yaitu negatif dan positif. Gejala negatifskizofrenia menggambarkan hilangnya sifat dan kemampuan tertentu yang biasanya ada di dalam diri orang yang normal. Sebagai contoh,
  • Keengganan untuk bersosialisasi dan tidak nyaman berada dekat dengan orang lain sehingga lebih memilih untuk berdiam di rumah.
  • Kehilangan konsentrasi.
  • Pola tidur yang berubah.
  • Kehilangan minat dan motivasi dalam segala aspek hidup, termasuk minat dalam menjalin hubungan
Perubahan pola tidur, sikap tidak responsif terhadap keadaan, dan kecenderungan untuk mengucilkan diri merupakan gejala-gejala awal skizofrenia. Terkadang gejala tersebut sulit dikenali orang lain karena biasanya berkembang di masa remaja sehingga orang lain hanya menganggapnya sebagai fase remaja.
Ketika penderita sedang mengalami gejala negatif, dia akan terlihat apatis dan datar secara emosi (misalnya bicara monoton tanpa intonasi, bicara tanpa ekspresi wajah, dan tidak melakukan kontak mata). Mereka juga menjadi tidak peduli terhadap penampilan dan kebersihan diri, serta makin menarik diri dari pergaulan. Sikap tidak peduli akan penampilan dan apatis tersebut bisa disalahartikan orang lain sebagai sikap malas dan tidak sopan. Hal ini sering kali memicu rusaknya hubungan penderita dengan keluarga ataupun dengan teman-temannya.
Gejala negatif skizofrenia bisa berlangsung beberapa tahun sebelum penderita mengalami episode akut pertama, yaitu ketika gejala menjadi parah dan kadang-kadang diikuti beberapa gejala positif.
Gejala positif skizofrenia terdiri dari:
  • Halusinasi. Terjadi pada saat panca indera seseorang terangsang oleh sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Fenomena halusinasi terasa sangat nyata bagi penderita. Contoh gejala halusinasi yang biasanya dialami oleh penderita skizofrenia adalah mendengar suara-suara.
  • Delusi. Yaitu kepercayaan kuat yang tidak didasari logika atau kenyataan yang sebenarnya. Contoh gejala delusi bisa bermacam-macam. Ada penderita yang merasa diawasi, diikuti, atau khawatir disakiti oleh orang lain. Ada juga yang merasa mendapat pesan rahasia dari tayangan televisi. Gejala-gejala delusi semacam ini bisa berdampak kepada perilaku penderita skizofrenia.
  • Pikiran kacau dan perubahan perilaku. Penderita sulit berkonsentrasi dan pikirannya seperti melayang-layang tidak tentu arah sehingga kata-kata mereka menjadi membingungkan. Penderita juga bisa merasa kehilangan kendali atas pikirannya sendiri. Perilaku penderita skizofrenia juga menjadi tidak terduga dan bahkan di luar normal. Misalnya, mereka menjadi sangat gelisah atau mulai berteriak-teriak dan memaki tanpa alasan.
Penting untuk mengenali gejala-gejala skizofrenia seperti di atas. Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan ke rumah sakit. Makin dini skizofrenia ditangani, maka peluang sembuh menjadi makin tinggi.