Thursday, November 9, 2017

Fungsi surge Arrester

Apa yang dimaksud dengan Arrester?

Surge Arrester adalah suatu alat yang dipasang pada suatu instalasi listrik yang berfungsi untuk melindungi berbagai peralatan listrik yang ada pada instalasi tersebut, saat terjadi lonjakan tegangan (Over voltage) yang melebihi batas toleransi yang diperbolehkan.

Penyebab terjadinya Lonjakan Tegangan
Terjadinya lonjakan tegangan listrik pada suatu instalasi atau jaringan Listrik dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti sambaran petir tidak langsung, Over Voltage karena permasalahan pada pembangkit, terjadinya hubung singkat (Korsleting), maupun lonjakan tegangan listrik saat terjadi Switching (Penyalaan).
Baca juga: Prinsip kerja Penangkal Petir (Lightning Protection)

Lonjakan tegangan yang disebabkan beberapa faktor diatas akan menyebabkan Tegangan listrik yang mengalir pada suatu instalasi listrik menuju berbagai peralatan listrik nilainya melebihi tegangan normal, dan akibatnya dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan listrik.
Dampak petir pada instalasi listrik

Seperti kita ketahui, bahwa berbagai peralatan listrik dan alat elektronik yang kita gunakan sangat sensitif terhadap lonjakan tegangan, sehingga saat terjadi lonjakan tegangan akan menyebabkan kerusakan pada peralatan listrik dan elektronik tersebut.

Oleh karena itulah, dibutuhkan suatu alat yang dapat mencegah Lonjakan tegangan tersebut agar tidak sampai merusak berbagai peralatan listrik yang kita miliki, alat tersebut adalah Surge Arrester.

Pemasangan Surge Arrester
Surge Arrester harus dipasang pada sumber listrik utama sebelum dialirkan ke berbagai peralatan listrik agar seluruh peralatan listrik dapat di proteksi dengan baik.

Prinsip kerja Surge Arrester
Saat tegangan yang mengalir pada Instalasi listrik memiliki nilai tegangan normal, maka Surge Arrester belum bekerja.

Kemudian pada saat Tegangan yang mengalir tiba-tiba melonjak dan besar tegangannya melebihi toleransi tegangan normal, maka Surge Arrester akan bekerja secara otomatis mengalirkan tegangan lebih tersebut menuju pentanahan atau Bumi (Arde).
Pemasangan Arde (Grounding) yang benar

Untuk mendaparkan fungsi Arrester bekerja dengan baik maka perlu dipastikan bahwa Grounding atau Arde sudah terpasang dengan benar (tahanan <2ohm).
Cara mengukur tahanan Grounding

Saat Surge Arrester bekerja mengalirkan tegangan lebih menuju Bumi, maka akan terjadi lonjakan arus yang sangat besar, karena peristiwa ini sama halnya dengan kejadian kebocoran arus listrik menuju bumi.

Lonjakan arus yang terjadi karena tegangan lebih dialirkan ke bumi akan mengakibatkan pengaman arus lebih yang terpasang sebelum Surge Arrester akan bekerja memutuskan Aliran listrik utama.

Jadi, saat terjadi Lonjakan Arus listrik pada suatu instalasi listrik yang sudah terpasang Surge Arrester, maka Pengaman Arus lebih akan bekerja memutuskan Arus listrik langsung dari sumber utama, Sehingga Lonjakan tegangan listrik yang terjadi tidak sampai mengalir ke berbagai peralatan listrik pada instalasi listrik tersebut, karena Surge arrester lebih dulu mendeteksinya dan mengalirkannya ke bumi.

Terdapat berbagai jenis, model dan ukuran Surge Arrester yang dapat disesuaikan dengan fungsi, ukuran dan pemasangannya.

Oleh karena itu, kita sebaiknya melengkapi instalasi listrik kita dengan surge arrester, terutama untuk kita yang menggunakan berbagai peralatan elektronik yang sangat sensitif terhadap lonjakan tegangan, seperti Komputer, Alat ukur digital, Timbangan listrik digital, dan berbagai alat elektronik lainnya yang bernilai mahal dan sensitifitas tinggi terhadap lonjakan arus yang tidak diinginkan.


Semoga bermanfaat!

Memilih solar panel yang baik & tepat (choosing correct solar modul)

Memilih solar modul/solar panel yang baik biasanya berdasarkan banyak hal. yang pertama tentu disesuaikan dengan budgetnya. Selanjutnya pilih sesuai power rating yang cocok dengan kebutuhan . Misalnya dengan kebutuhan 1000WP bisa dipilih 250WP 4Pcs. Pertimbangan lain yaitu dibawah ini :

1.Secara visual kualitas kaca yang mengkilat lebih baik dalam transfer radiasi ke cell. Kaca ini berbeda dengan low iron temperred glass biasa, masih ditambahkan campuran khusus. Contoh merek solar cell yang memakai kaca ini adalah Solar World dan Canadian Solar.

2.Untuk frame dipilih yang memiliki lapisan anodized yang tebal, lapisan ini berfungsi untuk lapisan anti karat pada frame, bila lapisan terlalu tipis maka akan gampang tergores/ scratch. Frame juga dipilih yang tebalnya antara 35mm-50mm. Bila frame tebalnya kurang dari 35mm untuk modul yang power ratingnya diatas 100WP maka perlindungan terhadap solar cell kurang baik dan gampang melengkung. Kebanyakan Top 10 Brand sudah memiliki kualitas frame yang baik.

3. Toleransi power rating Positiv.
Solar modul yang baik memiliki toleransi positif, karena designernya menggunakan power cell yang diatas stiker yang ditempel. Misalnya untuk power yang 300WP 72Cell, maka cell power yang digunakan 300:72=4,16 Watt, yang mendekati yaitu 4,2 watt jadi hasil power 300WP+. Contoh untuk merek yang memakai toleransi positif adalah Amerisolar.

4.Material Backsheet.
Backsheet yang umumnya terbuat dari TPT/Tedlar. Namun yang lebih baik pada lapisan aluminium backsheet ditengahnya. Aluminium disini berfungsi untuk mendinginkan cell sehingga losis power akibat radiasi panas lebih baik dibanding dengan backsheet biasa. Contoh merek yang memakai backsheet ini adalah HanhwaSolar.

5. Junction Box.
Junction box pada solar modul berfungsi sebagai penghubung dari cell ke kabel konnektor. Namun ada pula yang menambah fitur khusus selain hanya sebagai konnektor. Misalnya Jinko Solar pada produk terbarunya menambahkan komponen elektronika seperti pada charger/MPPT sehingga losis lebih rendah saat diparalel dengan modul yang lain. 

6.Garansi.
Untuk solar modul premium biasanya garansi pabrikan mencapai 10 tahun, sedangkan untuk garansi power 80% biasanya sampai 25 tahun.

7. Cell yang dipakai.
Cell terbuat dari silikon yang dapat dilihat dari jumlah bushbar konnektornya. Ada yang 3, 4 atau 5 pcs bushbarnya. Cell Mono biasanya warnanya gelap yang merata. Sedangkan poly memiliki warna biru yang seragam.

8. Kabel dan connector yang baik.
Panjang kabel biasanya sudah disesuaikan dengan ukuran modul, baik dirangkai series sebelah kiri ke kanan atau atas dan bawahnya.

Which is better? A "low frequency"& "high frequency" inverter?

Inverter merupakan komponen yang riskan atau cepat mengalami kerusakan. Ada dua macam inverter yang dipakai untuk PLTS off grid. Yaitu:
1. Inverter Low frequency trasformer.
Pada inverter ini memiliki cara kerja switching langsung ke tegangan battery lalu dikonversi ke transformer(trafo). Contohnya Scheneider seri XW 8548,7048,6048,2548 Outback series FX 3048 Radian series.
Low frequency inverters and inverter/chargers are the pinnacle of electrical durability. The massive iron core transformer is aptly capable of absorbing surge loads because of the “Flywheel Effect” inherent in the physical amount of a transformer’s iron. LF inverters have larger and more robust Field Effect Transistors (FET’s) that can operate cooler, in part due to the slower frequency of switching required to produce AC power. These inverters are feature rich to include the optional ability to hardwire additional external GFCI outlets, input of multiple DC voltages, provide regulated dual output voltages (120/240VAC), and integrate chemistry appropriate battery chargers and transfer relays for shore power.
2.High Frequency Inverters (HF)
Inverter ini memiliki cara kerja dengan swiching frequensi tinggi, dengan core ferrit, lalu hasil tegangan tinggi DC di swiching dengan full Bridge sehingga dihasilkan gelombang sinus. Contoh dari inverter ini Phocos SI350-SI-series lainya, EP Solar SI Series, 
The large majority of inverters available in the retail market are high frequency. They are typically less expensive, have smaller footprints, and have a lower tolerance for industrial loads. HF inverters have over twice the number of components and use multiple, smaller transformers. Their application is appropriate for a wide variety of uses like tool battery chargers, small appliances, A/V and computers, but have a decreased capacity for long term exposure to high surge loads like pumps, motors, and some high-torque tools.
Kehandalan low frequency Inverter lebih baik daripada High frequency Inverter. Kemampuan untuk menahan beban Induktif (seperti motor, kompressor) dan capasitif lebih mumpuni. Kelemahan ada pada dimensi yang besar dan berat, sehingga kurang effektif jika digunakan scara mobile/berpindah pindah. Sedangkan Inverter high freq Inverter lebih ringan dan lebih murah, sehingga lebih baik untuk aplikasi mobile. Sedangkan effisiensi tentu low frequensi inverter masih lebih baik, tetapi harganya lebih mahal. Karena kehandalan low frequency inverter lebih sedikit mengalami kerusakan daripada high frequency Inverter. 
Komponen yang rusak pada high frequency inverter maupun low frequency Inverter ada di full Bridge mosfet. Sengankan driver, fillter dan komponen pembantu lain lebih jarang terjadi kerusakan. Board Power biasanya yang memuat mosfet. Jika beruntung hanya mengganti board power saja inverter sudah bisa berfungsi kembali. 

Wednesday, November 8, 2017

Cara mengelola gaji yang baik

Sebagian besar karyawan membiayai hidupnya sehari-hari dari uang gaji hasil kerjanya setiap bulan.
Pada awal bulan atau sehabis gajian, sering kali ada keinginan untuk “balas dendam”, seperti berbelanja barang di luar kebutuhan pokok dan makan makanan enak, yang karena harganya selangit jadi cuma mampu beli seusai gajian.
Karena itu, tanpa disadari, gaji yang didapat ludes dalam sekejap. Bahkan terkadang belum habis bulan gaji sudah lenyap. Menghadapi kondisi seperti ini, Anda pasti berharap ada peningkatan gaji dari perusahaan. Namun, di sisi lain, Anda juga perlu menyikapi perilaku boros dalam diri sendiri.
Mulailah mengelola gaji atau pendapatan bulanan Anda dengan bijak. Berikut ini tip efektif mengelola gaji.
1. Mulai membuat anggaran
Memiliki anggaran adalah keharusan. Mulailah membuat anggaran yang rapi agar pengeluaran dapat dikontrol. Bayarlah lebih dulu hal yang merupakan kewajiban, misalnya utang atau tagihan kartu kredit. Selanjutnya sisihkan sebagian uang guna ditabung dan sisanya untuk keperluan sehari-hari hingga gaji berikutnya. Dengan perencanaan keuangan yang baik, tak menutup kemungkinan Anda bisa berinvestasi untuk masa depan.
2. Kumpulkan bukti slip gaji
Kumpulkan slip gaji, mulai slip gaji pertama hingga saat ini. Hal ini untuk membaca setiap kesalahan pada setiap pengeluaran dan pendapatan. Pastikan setiap pemotongan sesuai dengan bonus, kenaikan atau insentif, serta pengeluaran. Jika mengalami kesusahan dalam mengolah gaji, tak ada salahnya Anda menghubungi ahli akuntansi.
3. Dahulukan membayar tagihan
Mulailah hari penggajian Anda dengan membayar tagihan lebih dulu, seperti tagihan listrik dan telepon. Hal itu lebih penting dibanding memikirkan kebutuhan gaya hidup. Selanjutnya membayar tagihan kartu kredit dan sisanya dapat digunakan untuk menabung.
4. Pikirkan diri sendiri
Di samping bekerja, pikirkan pula untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga Anda dapat menyisihkan pengeluaran pribadi. Hal itu bisa ditempuh dengan cara menyisihkan anggaran untuk belanja, liburan, dan pesta selama satu bulan.
5. Siapkan dana untuk investasi dan asuransi
Berpikirlah untuk mulai memiliki investasi dan mengikuti asuransi atau mendepositokan uang yang bisa ditarik sesuai dengan persetujuan. Dengan cara ini, bisa dibilang Anda sama saja menabung disiplin.
6. Sisihkan untuk tabungan darurat
Kadang, dalam bulan ini, ada kebutuhan yang mendadak. Mulailah mempergunakan celengan, mungkin dalam bentuk mainan yang selalu ada di kamar agar ingat selalu untuk menabung. Setelah itu, dalam tiga bulan, dapat diketahui berapa banyak uang yang sudah Anda tabung. Hal ini merupakan salah satu alternatif sederhana selain melakukan investasi dan asuransi.

Berikut contohnya :
Konsep mengelola gaji :
1.Zakat 2,5%.
2.Kesehatan 7,5%.
3.All rutin bulanan maximal 70%.
4.Tabungan 10%.
5.Investasi 10%.

Tuesday, November 7, 2017

Faktor kegagalan wirausaha

Setiap wirausaha tentu tidak menginginkan kegagalan. Motivasi untuk mengagapai kesuksesan harusnya terus menjadi pendorong bagi para wirausaha agar membekali diri sehingga menjadi wirausaha yang tangguh. Karena itu, pahamilah sejak dini beberapa faktor penyebab kegagalan wirausaha. 
Zimmere seorang praktisi kewirausahaan telah mengidentifikasi setidaknya ada delapan faktor yang dapat mengakibatkan terjadinya kegagalan bagi wirausaha dalam mempertahankan kelangsungan hidup usahanya (Suryana, 2003:44-45), yakni: 

1. Tidak kompeten dalam manajerial 

Kapabilitas atau kemampuan dan pengetahuan dalam mengelola usaha menjadi faktor penyebab utama kesuksesan seorang wirausaha. Karena itu, tidak memiliki kemampuan ini akan justru mengakibatkan kegagalan dalam menjalankan aktivitas usaha sesuai pengelolaan yang tepat. 

2. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan 
 

Kemampuan mengkoordinasikan, mengelola SDM, serta kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan idealnya membutuhkan pengalaman dan bukan sekedar mengetahui atau memiliki ilmunya. 

3. Kurang dapat mengendalikan keuangan 

Agar seorang wirausaha dapat berhasil dengan baik, faktor penyebab kegagalan wirausaha yang utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Yaitu mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat serta dapat memilah yang mana kekayaan usaha dan mana kekayaan pribadi. 

4. Kegagalan dalam perencanaan 

Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, perencanaan yang belum matang akan berakibat pada timbulnya masalah atau kesulitan dalam mengimplementasikan sejumlah tindakan. 

5. Lokasi yang kurang memadai 

Inilah pentingnya memilih lokasi yang strategis. Sehandal apapun kemampuan bisnis atau sepopuler apapun suatu jenis usaha, jika lokasi tidak strategis maka akan menyulitkan seorang wirausaha dalam mempertahankan atau mengembangkan usahanya. Dampak dari pemilihan lokasi yang tidak tepat ini adalah operasional usaha yang kurang efisien. 


6. Kurangnya pengawasan peralatan 

Pengawasan erat hubungannya dengan efisiensi dan efektifitas. Kurang pengawasan mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan efektif. 

7. Kurang sungguh-sungguh dalam berusaha 

Sikap setengah-setengah terhadap usaha dapat mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, peluang gagal menjadi besar. 

8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan atau transisi kewirausahaan 

Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melaksanakan perubahan,tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu. Sebab usaha haruslah berjalan dinamis dan tidak statis. Kondisi lingkungan bisnis berfluktuasi. Ada masa-masa pertumbuhan, masa-masa booming. Ada pula kondisi jenuh hingga seorang wirausaha dapat saja berhenti beroperasi jika tidak mampu mensiasati setiap kondisi bisnis yang terjadi. 

Itulah delapan faktor penyebab kegagalan wirausaha. Mengantisipasi terjadinya kegagalan sejak awal akan membuat seorang wirausaha selalu siap siaga dan terus berpikir maju. 

Berikut adalah 5 cara sederhana untuk mengelola laba usaha:

Berikut adalah 5 cara sederhana untuk mengelola laba usaha:
1.                   Menyisihkan 20% dari laba usaha bersih untuk digunakan sebagai investasi atau dana cadangan. Investasi ini bermanfaat untuk kebutuhan operasional usaha dalam jangka waktu panjang, dan hanya digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar urgent. Investasi ini dapat berbentuk tabungan, deposito, emas, properti, atau surat berharga.
2.                   10% dari laba usaha bersih digunakan untuk pengembangan usaha. Misalnya untuk pengembangan infrastruktur, SDM, sistem IT, atau membuka cabang baru untuk perluasan usaha.
3.                   Sebagai reward atas kerja keras kita dalam mengelola bisnis, kita dapat menggunakan 10% dari laba usaha untuk keperluan pribadi dan keluarga.
4.                   Sebagai wujud tanggung jawab sosial dan kepedulian kita terhadap lingkungan, sisihkan 10% dari laba usaha untuk zakat, dana sosial, dan infaq. Dengan demikian, tidak hanya keuntungan material saja yang kita dapatkan, tapi juga keberkahan dalam bisnis yang dijalankan.
5.                   Menggunakan 50% dari laba usaha bersih sebagai modal berputar, stok barang, dan operasional usaha.
Semoga bermanfaat


Meningkatkan performance autocad dengan setting yang pas

Pengguna Autocad tentu banyak. Tetapi belum tentu settingan yang diterapkan optimal. Nah kali ini saya akan posting cara mengoptimalkan settingan pada Autocad versi 2004 ke atas. Untuk meningkatkan performa atau kinerja yang lebih baik pertama harus dengan komputer yang performanya baik. Misalnya didukung graphic card(VGA) khusus cad. Untuk AMD bisa memakai Fire pro series, dan NVidia bisa memakai Quadro series. Jadi performa Cad akan optimal. Namun dengan kondisi komputer yang seadanya bisa dinaikkan performanya dengan menurunkan settingan Graphicnya. Masuk ke menu Tool, setting, display, turunkan angka Display resolution, yang semula/defaultnya 1000 menjadi 100 atau jika masih lemot bisa diturunkan lagi. Dan menurunkan angka dibawahnya.

 Langkah selanjutnya masuk ke setting Performance.

Naikkan angka Degrade when FPS below : 60. Lalu masuk ke Manual tune, turunkan surface teselation, dan curve tesselation. Lalu klik OK. Settingan Lalu disimpan dengan cara klik save as drawing template klik Acadiso lalu save.

Settingan tadi bisa diterapkan untuk cad yang versi baru sekalipun, dengan kendala performance komputer yang memakai hardware biasa. Selamat mencoba.